Success Story
“Aku berikan Suplemen Buah Merah ini ke Pasienku,” Dr. Alvin.
Awal pertama ketertarikan Dr. Alvin untuk mengonsumsi sari buah merah adalah ketika dia membaca majalah Trubus. (Majalah Pertanian No. 1 di Indonesia) Saat itu majalah hobiis pertanian tersebut membahas manfaat, kelebihan dan kandungan buah merah sebagai tanaman obat baru.
Mula-mula ia hanya mengonsumsi untuk dirinya sendiri. Karena kandungan betakarotennya maka ia yakin sari buah merah bisa mengatasi penyakit Hepatitis A yang dideritanya.
Waktu itu, ia hanya menganggap sari buah merah hanya sebagai suplemen yang dapat menunjang pengobatan medis terhadap penyakit yang tengah dideritanya. Oleh karenanya, selain mengonsumsi obat medis, ia juga mengonsumsi sari buah merah sekali sehari. Sari buah merah tersebut dikonsumsi satu jam setelah menenggak obat dokter pada pagi hari. Sebagai penunjang, ia juga mengonsumsi mahkota dewa untuk mempercepat proses penyembuhan.
Tak disangka, setelah menghabiskan 120ml sari buah merah, kondisi tubuhnya lebih nyaman. "Saya merasakan badan menjadi lebih fit, lebih sehat, dan tidak mudah capek. Bukan cuma itu, setelah diuji secara laboratorium, SGPT dan SGOT pun menunjukkan perbaikan kondisi dengan angka mendekati normal," papar Dr. Alvin tentang pengalaman pertamanya.
Bagi Dr. Alvin, khasiat sari buah merah ini mengejutkan. Ia pun tak ragu lagi untuk membagi pengelamannya kepada orang lain. Ia pun tak segan-segan menganjurkan pasiennya yang menderita penyakit sama untuk mengonsumsi sari buah merah sebagai penunjang kerja obat medis yang diminumnya.
GULA DARAH TURUN
Pasien pertama yang memperoleh nasihat dari Dr. Alvin untuk mengonsumsi sari buah merah disamping obat medis adalah mertuanya sendiri. Sang mertua telah lama mengidap penyakit diabetes mellitus. Kadar gula darahnya bisa mencapai angka 450.
Pada pertama kali pemberian, sari buah merah dikonsumsi sebanyak 1 sendok makan pada malam hari. Konsumsi sari buah merah dilakukan tidak bersamaan dengan obat medis, yaitu satu jam setelah mengonsumsi obat medis. Untuk melihat pengaruh dari sari buah merah itu, Alvin pun mengukur gula darah sang Ibu pada keesokan harinya. Hasilnya, kadar gula darah turun drastis menjadi 225. Angka ini belum mencapai gula darah normal yang mestinya 140. Namun, perubahan ini merupakan pertanda baik. Dr. Alvin meyakini antara sari buah merah dengan obat medis bekerja secara sinergi. "Keduanya saling menunjang dan bekerja sama dalam proses penyembuhan", kata Dr. Alvin beranalisis.
GEJALA HEPATITIS PUN SIRNA
Pasien kedua yang diberi suplemen sari buah merah juga masih saudara dekatnya. Semula, saudaranya tersebut tak menyadari bila terkena penyakit Hepatitis. Namun, gejala seperti sering mual-mual dan mudah capek sudah lama dirasakannya. Namun, ia tidak menggubrisnya karena gejala itu tidak mengganggu kegiatan sehari-harinya.
Suatu ketika, tubuh saudara Dr. Alvin menunjukkan gejala kuning. Saat itulah, ia memeriksakan penyakitnya ke Dr. Alvin. Setelah melakukan serangkaian pengujian maka diketahui bahwa hepatitislah penyebab kondisi tersebut.
Berbekal pengalamannya sendiri, Dr. Alvin pun tak ragu untuk menganjurkan saudaranya agar mengonsumsi sari buah merah. Disamping itu, obat medispun dia berikan.
Dosis yang direkomendasikan Dr. Alvin yaitu 2x1 sendok makan 2 kali sehari. Sari buah merah itu diminum 2 jam setelah mengonsumsi obat medis. Beberapa hari setelah minum sari buah merah, warna kuning di tubunya berangsur hilang. Rasa mual dan lemas yang biasa dirasakannya pun sirna. Kini, aktifitas sehari-harinya dapat dilakukan dengan baik.
DUA PASIEN PROSTAT MEMBAIK
Keyakinan Dr. Alvin akan khasiat sari buah merah bertambah setelah ia memberikan sari buah merah kepada dua pasiennya yang mernderita prostat. Penyakit ini memang sering menyerang manula (manusia lanjut usia). Akibat penyakit ini, dua pasiennya yang telah berumur 70 tahun sulit untuk berkemih. Dari pemeriksaan Dr. Alvin, kedua pasiennya harus menjalani operasi. Namun, karena letak tinggal yang jauh dari rumah sakit, mereka pun enggan menjalaninya. Selain itu, mereka takut diperasi. Karena tidak mau dioperasi, Dr. Alvin harus memasang kateter untuk membantu mengeluarkan urine di kantung kemih paseinnya. Saat pemasangan kateter, Dr. Alvin mengalami kesulitan. Hal ini kemungkinan disebabkan usia kedua pasein yang telah lanjut sehingga elastisitas tubuhnya berkurang.
Dari pengalamannya minum sari buah merah, Dr, Alvin pun tanpa ragu memberikan kepada kedua kakek yang menjadi pasiennya ini. Beberapa hari setelah mengonsumsi buah merah, pemasangan selang kateter yang biasanya mengalami kesulitan menjadi lancar. Pasienpun tidak lagi merintih kesakitan saat pemasangan selang. Seorang dari pasien prostat tersebut juga menderita hipertensi. Tekanan darahnya yang mencapai 170/100 turun menjadi 140/90 setelah minum sari buah merah.
SIRNA DARI BATUK DAN ASMA
Pasien dokter yang sedang melanjutkan Program Pendidikan S2 tentang Kajian Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia ini tidak hanya orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Belum lama ini, seorang Ibu datang dengan menggendong anaknya yang berumur 1,5 tahun. Anak laki-lakinya itu tampak kelelahan. Ternyata telah 8 bulan anaknya terserang batuk. Setelah diperiksa, tidak hanya sekedar batuk saja yang dideritanya, tetapi juga asma. Dr. Alvin pun memberikan sari buah merah dan menyarankan untuk diminum 2-3 kali sehari sebanyak 1 sendok teh. Setelah seminggu berobat, Ibu tersebut datang dan memeriksakan anaknya kembali. Ternyata batuknya sudah sangat berkurang, tetapi gejala asmanya masih tampak. Pada minggu kedua, anak laki-laki itu sudah tidak batuk dan asma lagi.
Dr. Alvin Hardi Hardjawinata

